Translate

Diary Usang




Mentari pagi yang ditutupi oleh awan-awan hitam
Seperti halnya perasaan yang ditutupi oleh sebuah kegalauan ketika pesan tidak dibalas
apa yang dia pikirkankan itu diluar pikiran saya
 
Kucoba gapai dia tapi seakan Tuhan menghukumku
Aku tak punya apapun
Hanya kelereng bola mataku juga tubuh ini
Hancur lebur seperti kayu terbawa angin seperti debu
 
Andai waktu berhenti
Akan kurawat buku ini yang berisi tentang kisah antara sedih dan senang
Teman setiaku...
Saksi bisu kehidupanku...
  
Ku elus buku ku...
Debu dan bahkan sampul
Ah, kuingat masa itu...
Masa dimana kau beri
Beri senyumanmu dan perhatianmu
Ku tak tau apa maksudnya
Hanya penyampaian tak berarti yang terucap dariku.

Selamat Pagi



Sinar mentari berpendar indah pagi ini
Diiringi desir lembut angin membelai halus
Dedaunan hijau yang tampak menari
Pucuknya melambai-lambai seakan menyerukan indahnya hari ini

Kicauan burung pun tak mau ketinggalan
Berdendang merdu dengan riang sambil berkejar-kejaran
Seolah mengatakan jangan lagi ada tangisan
Biarkan gelapnya tadi malam menghapus segala kerisauan
Lanjutkan hari ini dengan penuh senyuman

Sambut pagi dengan segala nikmat
yang harus disyukuri
Bahwa hari ini masih diberi nafas lagi
Bahwa hari ini masih bisa bertemu sang mentari
Bahwa hari ini masih bisa memperbaiki diri
Bahwa hari ini masih bisa mengucapkan
SELAMAT PAGI

Pelangi Pagi



Di sebuah taman kala pagi, 
Terlihat hamparan rumput hijau 
dan bunga² yg asri nan segar 
seakan tersenyum dan menari-nari di hadapanku.

Puas ku memandangi sekitar, 
Lalu duduklah aku pada sebuah ayunan di bawah pohon. 
Seketika itu turun nya hujan rintik² ditemani semilir angin, 
Ku hadapkan wajah ke langit dan memejamkan mata 
sambil ku ayunkan ayunan itu.

Beberapa menit berlalu hujan pun reda, 
Kubuka mata perlahan di sambutnya aku 
oleh pelangi cantik yg membuai pandanganku, 
Rasa takjub di pagi itu sungguh tak terhingga.

Hariku tersenyum, 
Hariku gembira, 
Hariku memancarkan aura kebahagiaan
untukku Cabla alam semesta.

Hanya Untukmu



Beribu harapan masih tersimpan
Beribu rasa selalu terabaikan
Pilu hati diiringi rasa nestapa
Menyayat hati yang tak pantas untuk disalahkan

Detik demi detik berlalu
Hari demi hari terlewati
Sejenak aku berpikir
Mungkinkah kita akan bersama lagi??
Melupakanmu itu sulit
Meraihmu pun aku tak mampu

Bolehkah aku menjadi bintang di hatimu walau sementara??
Bolehkah aku menggores tinta kenangan di antara kita??
Bolehkah aku menyimpan rasa hanya untukmu??

Kau adalah pelangi di hatiku
Memberikan warna yang berbeda dari yang lain
Memberikan rasa yang indah bila aku memandangimu

Aku ingin kau tetap di sisiku
Agar aku tetap bisa memandangimu
Aku mencintaimu...

Menanti Hadirmu



Kubiarkan jemariku menari
Diatas lembaran kertas putih
Melukis matamu denga teliti
Merangkai bait-bait puisi dari hati

Kutuliskan tentangmu dalam bait-bait puisi
Jemariku lincah menari dalam alunan sunyi
Sembari berimajinasi hadirmu disini
Temani diri sampai terlelap dalam mimpi

Hingga menunggu tiba waktunya pagi
Aku masih disini dengan hati yang sepi
Merindu hadirmu untuk kembali lagi
Sekedar mengisi hatiku yang kosong ini

Rembulan kini berganti mentari
Saatnya bangun dari indahnya mimpi
Suara burung menyemangati diri
Untuk bertemu dirimu lagi dan lagi

Harapan dibalik Belenggu




Menatap masa yang akan datang
memang mudah tapi sulit untuk dijalani,
hari demi hari ku lewati untuk sebuah cita²
yang telah lama terpendam dan menunggu untuk tercapai.

Sulit, sungguh sulit, dan itu memang sulit.
Seakan tidak berdaya untuk melakukannya,
tak habis pikir kenapa aku harus memikirkan itu semua,
padahal masih banyak yang harus di kerjakan ketimbang memikirkan yang belum pasti.

Berawal dari mimpi² yang membelenggu hidupku
dan mengusik ketenangan, disitu hati kecil mulai angkat bicara
dan mulai memberi komentar tentang hal yang dipikirkan oleh akal.
Sulit dipercaya namun itulah kenyataan,
belenggu dalam hidup kini telah membangun harapan untuk dicapai.

Satu/satu harapan yang tersembunyi  dalam hati
akan segera membara membakar akal yang ketakutan melawan waktu.

THANK YOU ALLAH




Ya Allah . . ,
Atas segala nikmatmu,aku bersyukur kepadaMu . . .
Atas segala rahmatmu,aku berlindung kepadaMu . . .
Kau ajarkan aku tuk bersabar,atas musibah yang menimpa . . .
Ajarkan aku tuk slalu bersyukur atas apa yang ada . . ,
Tanpa merasa kekurangan suatu apapun . . .

Ya Allah . . ,
Kau berikan nikmat hidup ini kepada kami . . .
Begitu banyaknya nikmat yang Kau berikan . . ,
Sehingga,kami tak mampu menghitungnya . . .
Dan kami mendapatkan rahmat dan karunia
Yang tak terhingga yang telah Kau berikan kepada kami . . .

Ya Allah . . ,
Dengan otak,kami bisa berfikir
Dengan mata,kami melihat indahnya dunia . . .
Dengan hidung,kami menghirup udara segar . . .
Dengan mulut,aku bisa berbicara saat ini . . .
Dengan telinga,kami mendengar suara nan merdu . . .
Dengan tangan,kami melakukan banyak hal . . .
Dengan kaki,kami berjalan dan melangkah . . .

Ya Allah . . ,
Sungguh berlipat ganda nikmat yang telah kau berikan pada kami
Terutama,nikmat terbesar yang sejak dahulu ada
Yaitu nikmat Iman dan Islam
Yang dimiliki kaum muslim dan muslimat
Thank You,Allah . . .